Travel

Berita terpilih seputar pariwisata

Candi Sukuh, Saksi Terakhir Kejayaan Hindu di Jawa

Candi Sukuh, Saksi Terakhir Kejayaan Hindu di Jawa

Sumber : Pemkab Karanganyar | Editor : Nurul Ikhsan Jatengbisnis.com - Candi Sukuh terletak di lereng barat Gunung Lawu pada ketinggian 910 meter di atas permukaan laut, tepatnya di Desa Mberjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Berdiri di atas ngarai, diantara sawah dan pepohonan cengkeh, inilah candi yang sering disebut sebagai The Last Temple. Selepas Majapahit runtuh pada abad XV memang tidak lagi ditemui pembangunan candi. Tak berlebihan jika kemudian banyak yang menyebut candi ini sebagai saksi terakhir kejayaan Hindu di Jawa. Melihat kondisi alam yang berupa pegunungan, candi ini dibangun dengan konsep punden berundak atau teras bertingkat yang…
Lanjut Baca
Tradisi Boyong Grobog Digelar Sederhana di Tengah Pandemi

Tradisi Boyong Grobog Digelar Sederhana di Tengah Pandemi

Pewarta : Ariyati | Editor : Heri Taufiq Jatengbisnis.com, Grobogan – Tradisi Boyong Grobog dalam rangka memperingati hari jadi ke-295 Kabupaten Grobogan digelar sederhana di tengah pandemi Covid-19. Sejumlah pusaka diarak dari kantor Balai Desa Grobogan menuju pendopo Kabupaten, Rabu (3/3/ 2021). BACA JUGA : HUT ke-295 Grobogan, Merawat Semangat di Tengah Pandemi Tradisi Boyong Grobog diawali dengan penjemputan sejumlah pusaka yang masih tersimpan di kantor Balai Desa Grobogan yang merupakan cikal bakal berdirinya kota Grobogan pada era kepemimpinan Pangeran Puger Pertama, oleh Bupati Grobogan, Sri Sumarni. BACA JUGA : Ketua Dekranasda Kendal Awali Kerja dengan Identifikasi Potensi Kerajinan Ketika sampai…
Lanjut Baca
Jejak Laksamana Cheng Ho di Klenteng Sam Poo Kong di Semarang Kota

Jejak Laksamana Cheng Ho di Klenteng Sam Poo Kong di Semarang Kota

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Irwan Adhi Husada Jatengbisnis.com, Semarang - Klenteng Sam Poo Kong, juga dikenal sebagai Klenteng Gedung Batu, adalah klenteng Cina tertua di Semarang, ibukota Provinsi Jawa Tengah.  Bangunan ini meliputi area seluas 1.020 meter persegi dan dipengaruhi oleh gaya arsitektur Cina dan Jawa abad ke-14. Klenteng ini dicat dengan warna merah yang megah dan dimahkotai dengan atap pagoda berlapis tiga, khas budaya Asia Timur.  BACA JUGA : Rumah Merah Lasem, Bangunan Kuno Kekinian Pondasi klenteng pertama kali dibangun oleh Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah Muslim dari Cina Daratan. Setelah beberapa waktu, Cheng Ho meninggalkan Jawa, tetapi banyak krunya…
Lanjut Baca
Rumah Merah Lasem, Bangunan Kuno Kekinian

Rumah Merah Lasem, Bangunan Kuno Kekinian

Pewarta : Xie | Editor : Irwan Adhi Husada Jatengbisnis.com, Rembang - Lasem di Kabupaten Rembang mendapat julukan Tiongkok Kecil karena memiliki lanskap bangunan-bangunan kuno seperti di negeri tirai bambu. Salah satu bangunan yang kini menjadi salah satu daya tarik wisata Lasem ialah Rumah Merah. Rumah Merah Lasem begitu istimewa. Siapa saja akan merasa betah menghabiskan waktu seharian di sini terutama bagi kamu yang suka berfoto ala kekinian. Rumah kuno ini sangat estetik dengan dominasi warna merah cerah dan telah berdiri sejak tahun 1800-an. Kini, Rumah Merah digunakan sebagai penginapan dan terbuka untuk umum. BACA JUGA : Jejak Laksamana Cheng…
Lanjut Baca